
Semarang, 20 Juli 2026 – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang memastikan pelayanan perlindungan masyarakat tetap berjalan optimal, meski lima unit armada pemadam kebakaran untuk sementara tidak dapat beroperasi. Kendala ini muncul akibat keterbatasan anggaran pemeliharaan yang terdampak kebijakan, sehingga kelima kendaraan tersebut harus menunggu perbaikan di garasi.
Untuk menjaga kecepatan tanggapan terhadap laporan kebakaran maupun tugas penyelamatan, Damkar Semarang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menjelaskan bahwa seluruh armada yang masih dalam kondisi prima kini dioptimalkan melalui penyesuaian wilayah siaga dan penempatan personel di titik-titik rawan serta strategis.
“Kami juga memperkuat koordinasi antarpos dan lintas sektor, sehingga armada yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dapat segera dikerahkan saat keadaan darurat terjadi. Prioritas utama kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan terbaik, meskipun ada keterbatasan armada,” ungkap Ade.
Selain penataan pola operasi, pihaknya juga memperketat perawatan rutin terhadap kendaraan yang masih aktif guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemeriksaan kondisi kendaraan dilakukan secara berkala agar seluruh armada yang beroperasi senantiasa layak jalan dan siap bertugas.
Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mencari solusi pemulihan kelima armada yang tidak beroperasi, termasuk melalui pengalokasian anggaran pemeliharaan pada tahap selanjutnya. Diharapkan seluruh armada dapat kembali berfungsi penuh guna memperkuat pelayanan ke depannya.
Di tengah situasi ini, Damkar Semarang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat memasuki musim kemarau. Warga diminta memeriksa keamanan instalasi listrik, menghindari pembakaran sampah sembarangan, dan segera melaporkan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Pihak Damkar menegaskan komitmennya untuk senantiasa memberikan pelayanan maksimal dengan mengoptimalkan segala sumber daya yang tersedia serta menjaga sinergi yang efektif di lapangan.
(Zico Tri Ardianto Suseno Putra)



